MAKALAH
Pengertian
dan Unsur-Unsur Pendidikan
UNTUK
MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Pengantar
Pendidikan
Yang
dibina oleh Bapak M.Imron Rosyadi SY.
Oleh
Kelompok 2
Maulana Syarifuddin
Jabbar 160721600940
Mohammad Muhlas
Ardiyanto 160721614452
Khusnul
Khotimah 160721614424
Revina
Putri Sukmawati 160721600943
Nurita Fatma Arini 160721614481
UNIVERSITAS
NEGERI MALANG
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
PENDIDIKAN
GEOGRAFI
Februari
2017
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, serta
taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik
meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu
menyelesaikan makalah ini tepat waktu.
Kami
sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai pengantar pendidikan dan unsur-unsurnya. Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh
dari kata sempurna.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Malang,Februari 2017
A. Latar Belakang
Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik jika memperoleh jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsurnya, konsepdasar yang melandasinya, dan wujud pendidikan sebagi sistem. Pada makalah ini akan mengkaji pengertian pendidikan,batasan tentang pendidikan,tujuan dan proses pendidikan,konsep pendidikan sepanjang hayat,dan kemandirian dalam belajar.
Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik jika memperoleh jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsurnya, konsepdasar yang melandasinya, dan wujud pendidikan sebagi sistem. Pada makalah ini akan mengkaji pengertian pendidikan,batasan tentang pendidikan,tujuan dan proses pendidikan,konsep pendidikan sepanjang hayat,dan kemandirian dalam belajar.
Ketika semua unsur pendidikan mengetahui perannya
masing- masing, maka ini akan mempermudah dalam menggapai tujuan dari
pendidikan tersebut. Namun, sekedar mengetahui bukanlah hal yang dianggap
cukup. Kesadaran akan pengaplikasian yang penuh keikhlasan adalah sesuatu yang
lebih penting karena dalam mendidik dibutuhkan seorang pendidik yang tangguh
dan penuh kesabaran dalam menyalurkan segala ilmu yang ia punya.
Semua unsur- unsur dalam pendidikan haruslah saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mengakibatkan suatu proses pembelajaran. Pada saat ini banyak sekali seorang pendidik yang tidak patuh pada peraturan yang berakibat melemahnya suatu misi untuk mencapai visi secara maksinal.
Semua unsur- unsur dalam pendidikan haruslah saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mengakibatkan suatu proses pembelajaran. Pada saat ini banyak sekali seorang pendidik yang tidak patuh pada peraturan yang berakibat melemahnya suatu misi untuk mencapai visi secara maksinal.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian pendidikan ?
2. Apa
saja batasan tentang pendidikan ?
3. Apa
tujuan dan proses dari pendidikan ?
4. Apa
yang dimaksud dengan konsep pendidikan sepanjang hayat ?
5. Apa
yang dimaksud dengan kemandirian dalam belajar
?
6. Apa
saja unsur-unsur pendidikan beserta
sistem pendidikan ?
C. Tujuan
1. Menjelaskan
pengertian pendidikan
2. Memaparkan
batasan-batasan tentang pendidikan
3. Menjelaskan
tujuan dan proses pendidikan
4. Mendeskripsikan
konsep pendidikan sepanjang hayat
5. Menjelaskan
tentang bentuk kemandirian dalam belajar
6. Menjelaskan
unsur-unsur pendidikan dan sistem pendidikan
BAHASAN
A. Pengertian Pendidikan
1. Pengertian
Pendidikan Secara Luas
Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang
berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Artinya pendidikan itu
tidak terbatas hanya pada buku saja,melainkan juga pada media lain seperti
internet,koran,majalah,komik,cerita pengalaman seseorang maupun sumber belajar
lain yang dapat menambah pengetahuan kita. Bukan berarti buku di nomer duakan
tetapi lebih fokus kepada apa yang ingin orang itu pelajari. Buku memang
sebagai sumber dan jendela pengetahuan yang luas,tapi informasi dari luar juga
perlu kita dapatkan. Belajar tidak hanya pada usia kanak-kanak,remaja,atau
dewasa melainkan juga sampai kita tua perlu juga untuk terus belajar. Orang islam
khususnya,tidak membatasi ummatnya untuk belajar,melainkan memberikan
keleluasaan untuk terus belajar. Bahkan dituntut untuk belajar bagi semua
kaumnya,baik laki-laki maupun perempuan.
2. Pengertian
Pendidikan Secara Sempit
Pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan
disekolah sebagai lembaga pendidikan formal maupun juga non formal,sebagai
pemberian pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang
diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh
terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka. Artinya proses
belajar mengajar yang terjadi adalah pada suatu kelembagaan khusus pendidikan
baik formal maupun non formal. Dimana
pada lembaga pendidikan terdapat,guru,siswa,kepala sekolah,penjaga sekolah
maupun yang lainnya. Pada lembaga pendidikan ini bertujuan agar siswa tahu
tentang kemampuan,kesadaran yang harus mereka miliki serta tugas yang harus
mereka jalani.
B. Batasan tentang pendidikan
Pendidikan memiliki sifat yang sangat kompleks
,maka tidak tidak cukup hanya satu batasan saya yang dapat menjelaskan arti dan
makna pendidikan secara lengkap. Batasan tentang pendidikan dari beberapa ahli
bermacam-macam,dan memiliki makna tersendiri didalamnya.
Dibawah ini di kemukakan beberapa batasan
pendidikan yang berbeda berdasarkan fungsinya.
1. Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya
Pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Seperti bayi yang baru lahir sudah berada di dalam suatu lingkungan budaya tertentu. Di dalam lingkungan masyarakat dimana seorang bayi dilahirkan telah terdapat kebiasaan – kebiasaan tertentu, larangan – larangan dan anjuran, dan ajakan tertentu seperti yang dikehendaki oleh masyarakat. Hal – hal tersebut mengenai banyak hal seperti bahasa, cara menerima tamu, makanan, istirahat, bekerja, perkawinan, bercocok tanam, dan seterusnya.
2. Pendidikan sebagai pembentukan Pribadi
Pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.
Sistematis karena proses pendidikan berlangsung melalui tahap – tahap berkesinambungan ( prosedural ) dan sistemik karena berlangsung dalam semua situasi kondisi, di semua lingkungan yang saling mengisi ( lingkungan rumah, sekolah dan nasyarakat ).
Proses pembentukan pribadi meliputi dua sasaran, yaitu pembentukan pribadi yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. Yang terakhir ini disebut pendidikan diri sendiri ( zelf vorming ). Kedua duanya bersifat alamiah dan menjadi keharusan.
3. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warga Negara
Pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik. Warga negara yang baik diartikan selaku pribadi yang tahu hak dan kewajiban sebagai warga negara,hal ini ditetapkan dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 2.
Pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Seperti bayi yang baru lahir sudah berada di dalam suatu lingkungan budaya tertentu. Di dalam lingkungan masyarakat dimana seorang bayi dilahirkan telah terdapat kebiasaan – kebiasaan tertentu, larangan – larangan dan anjuran, dan ajakan tertentu seperti yang dikehendaki oleh masyarakat. Hal – hal tersebut mengenai banyak hal seperti bahasa, cara menerima tamu, makanan, istirahat, bekerja, perkawinan, bercocok tanam, dan seterusnya.
2. Pendidikan sebagai pembentukan Pribadi
Pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.
Sistematis karena proses pendidikan berlangsung melalui tahap – tahap berkesinambungan ( prosedural ) dan sistemik karena berlangsung dalam semua situasi kondisi, di semua lingkungan yang saling mengisi ( lingkungan rumah, sekolah dan nasyarakat ).
Proses pembentukan pribadi meliputi dua sasaran, yaitu pembentukan pribadi yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. Yang terakhir ini disebut pendidikan diri sendiri ( zelf vorming ). Kedua duanya bersifat alamiah dan menjadi keharusan.
3. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warga Negara
Pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik. Warga negara yang baik diartikan selaku pribadi yang tahu hak dan kewajiban sebagai warga negara,hal ini ditetapkan dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 2.
4. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja
Pendidikan diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memilki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja.
5. Definisi Pendidikan menurut GBHN 1988
GBHN 1988 memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: Pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila serta UUD 1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa keoada Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas, dan mandiri sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat disekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Berikut Penjelasan Pendidikan Berdasarkan GBHN,
yaitu:
a) Pendidikan
merupakan upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain, dalam mencapai
kemandirian serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive dalam kompetensi
kehidupannya.
b) Pendidikan
adalah pengaruh bimbingan dan arahan dari orang dewasa kepada orang lain, untuk
menuju arah kedewasaan, kemandirian serta kematangan mentalnya.
c) Pendidikan
merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam mengeksplorasi segenap
potensi dirinya, sehingga proses perkembangan kemanusiaannya mampu berkompetisi
didalam lingkup kehidupannya
C. Tujuan dan Proses Pendidikan
1. Tujuan Pendidikan
a) Tujuan
umum pendidikan nasional Indonesia ialah manusia Pancasila.
b) Tujuan
institusianal, yaitu tujuan yang menjadi tugas dari lembaga pendidikan tertentu
untuk mencapainya.
c) Tujuan
kurikuler, yaitu tujuan bidang studi atau tujuan mata pelajaran.
d) Tujuan
instruksional, yaitu tujuan pokok bahasan dan subpokok bahasan. Tujuan pokok
bahasan disebut tujuan instruksional umum dan tujuan subpokok bahasan disebut
tujuan instruksi khusus.
2. Proses Pendidikan
Proses pendidikan merupakan kegiatan memobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolah. Kedua segi ini saling bergantung satu sama lain. Pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, dan mikro. Tujuan utama pengelolaan tersebut yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman yang optimal.
Proses pendidikan merupakan kegiatan memobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolah. Kedua segi ini saling bergantung satu sama lain. Pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, dan mikro. Tujuan utama pengelolaan tersebut yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman yang optimal.
D. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat
1. Merupakan asas pendidikan yang cocok bagi
orang-orang yang hidup dalam dunia transformasi, dan di dalam masyarakat yang
saling mempengaruhi seperti saat zaman globalisasi sekarang ini.
2. Merupakan jawaban terhadap kritik-kritik yang
dilontarkan pada sekolah. Sistem sekolah secara tradisional mengalami kesukaran
dalam menyesuaikan diri dengan perubahan kehidupan yang sangat cepat dalam abad
terakhir ini, dan tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan atau tutuntutan
manusia yang makin meningkat.
E .Kemadirian dalam Belajar
Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai
aktifitas belajar yang berlangsungnya didorong oleh kemauan diri sendiri,
pilihan sendiri, daan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran.
Konsep ini bertumpu pada prinsip bahwa individu
yang belajar hanya akan sampai kepada perolehan hasil belajar, mulai
keterampilan, penegmbangan penalaran, pembentukan sikap samapai kepada penemuan
diri sendiri, apabila ia mengalami sendiri dalam proses perolehan hasil belajar
tersebut.
Alasan
yang Menopang Kemandirian dalam Belajar
a)
Perkebangan IPTEK yang pesat
b)
Peserta didik mudah memahami konsep abstrak melalui
contoh yang konkret
c)
Pengembangn konsep tidak lepas dari pengembangan sikap
dan penanaman nilai-nilai dalam diri peserta didik
d)
Belajar diartikan sebagai aktifitas pengembangan diri
melalui pengalaman, bertumpu pada kemampuan diri belajar dibawah bimbingan
pengajar.
F. Unsur-unsur Pendidikan dan Sitem Pendidikan
1. Peserta Didik
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik karena peserta didik adalah subjek arau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.Peserta didik memiliki ciri – ciri yang perlu dipahami pendidik :
a) Individu
yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas
b) Individu
yang sedang berkembang
c) Individu
yang membutuhkan bimbingan individu dan perlakuan manusiawi
d) Individu
yang memiliki kemampuan untuk mandiri

2. Pendidik
Pendidik ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Pendidik harus memiliki kewibawaan ( kekuasaan batin mendidik ) dan menghindari penggunaan kekuasaan lahir ( kekuasaan yang semata – mata didasarkan kepada unsur wewenang jabatan ). Kewibawaan dimiliki oleh mereka yang sudah dewasa. Yang dimaksud adalah kedewasaan rohani yang ditopang kedewasaan jasmani. Kedewasaan jasmani tercapai bila individu telah mencapai puncak perkembangan jasmani yang optimal. Kedewasaan rohani tercapai bila individu telah memiliki cita – cita hidup dan pandangan hidup yang tetap.
Pendidik ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Pendidik harus memiliki kewibawaan ( kekuasaan batin mendidik ) dan menghindari penggunaan kekuasaan lahir ( kekuasaan yang semata – mata didasarkan kepada unsur wewenang jabatan ). Kewibawaan dimiliki oleh mereka yang sudah dewasa. Yang dimaksud adalah kedewasaan rohani yang ditopang kedewasaan jasmani. Kedewasaan jasmani tercapai bila individu telah mencapai puncak perkembangan jasmani yang optimal. Kedewasaan rohani tercapai bila individu telah memiliki cita – cita hidup dan pandangan hidup yang tetap.

3. Interaksi Edukatif antara Peserta Didik dengan Pendidik
Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antar peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan.
4. Materi / Isi Pendidikan
Dalam sistem pendidikan persekolahan,meteri telah diramu dalam kurikulum yang disajikan sebagai sarana pencapaian tujuan. Materi ini meliputi materi inti maupun muatan lokal. Materi inti bersifat nasional yang mengandung misi pengendalian dan persatuan bangsa. Muatan lokal misinya adalah mengembangkan kebhinnekaan kekayaan budaya sesuai dengan kondisi lingkungan.
5. Konteks Yang Mempengaruhi Pendidikan
a) Alat
dan Metode
Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan dibedakan menjadi dua, yaitu :
a) Yang bersifat Preventif, yaitu mencegah terjadinya hal – hal yang tidak dikehendaki misalnya larangan, pembatasan, peringatan bahkan juga hukuman.
b) Yang bersifat Kuratif, yaitu memperbaiki, misalnya ajakan, contoh, nasihat, dorongan, pemberian kepercayaan, saran, penjelasan, bahkan juga hukuman.
Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan dibedakan menjadi dua, yaitu :
a) Yang bersifat Preventif, yaitu mencegah terjadinya hal – hal yang tidak dikehendaki misalnya larangan, pembatasan, peringatan bahkan juga hukuman.
b) Yang bersifat Kuratif, yaitu memperbaiki, misalnya ajakan, contoh, nasihat, dorongan, pemberian kepercayaan, saran, penjelasan, bahkan juga hukuman.
b) Lingkungan Pendidikan
Biasanya disebut dengan tri pusat pendidikan: keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Biasanya disebut dengan tri pusat pendidikan: keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Sistem Pendidikan
Sistem diartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlah komponen. Komponen – komponen tersebut satu sama lain saling berpengaruh dengan fungsinya masing – masing, tetapi secara fungsi komponen – komponen itu terarah pada pencapaian satu tujuan.
1. Proses dan Tujuan Sistem Pendidikan
Sistem Pendidikan memproses masukan mentah dengan menggunakan instrumental sehingga menjadi keluaran,yaitu tamatan.Wujud keluaran inilah yang akan menjadi tujuan dari sistem pendidikan.Tujuan ini memberikan arah pada kegiatan sistem, yang memproses masukan mentah.
2. Keterkaitan antara Pengajaran dan Pendidikan
Istilah pengajaran dan pendidikan itu berbeda, tetapi sulit untuk dipisahkan. Berikut adalah perbedaan antara pengajaran dengan pendidikan
Sistem diartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlah komponen. Komponen – komponen tersebut satu sama lain saling berpengaruh dengan fungsinya masing – masing, tetapi secara fungsi komponen – komponen itu terarah pada pencapaian satu tujuan.
1. Proses dan Tujuan Sistem Pendidikan
Sistem Pendidikan memproses masukan mentah dengan menggunakan instrumental sehingga menjadi keluaran,yaitu tamatan.Wujud keluaran inilah yang akan menjadi tujuan dari sistem pendidikan.Tujuan ini memberikan arah pada kegiatan sistem, yang memproses masukan mentah.
2. Keterkaitan antara Pengajaran dan Pendidikan
Istilah pengajaran dan pendidikan itu berbeda, tetapi sulit untuk dipisahkan. Berikut adalah perbedaan antara pengajaran dengan pendidikan
PENUTUP
KESIMPULAN
Pendidikan adalah Suatu Konsep dasar yang bersifat
atu bertujuan mengarahkan membimbing dan membina dari suatu hal yang tidak
diketahui menjadi suatu hal yang diketahui baik secara umum maupun pribadi.
dengan struktur, arahan, sarana dan prasarana yang telah terencana sehingga
mendukung proses pendidikan tersebut dan dapat dihasil kan suatu serapan materi
yang penting. Biasanya hal ini berkaitan dengan landasan dan ketulusan hati
sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami secara terbuka.
Jadi Pendidikan itu adalah sesuatu hal yang
dibutuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita
seperti pendengara,penglihatan,perasa,dan lainnya. Sehingga apa yang menjadi
tujuan kita untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal
dan rohani bisa tercapai.
DAFTAR PUSTAKA
Tirtarahardja,Umar.,S.L.La Sulo.2010.pengantar pendidikan.Jakarta:Rineka
Cipta