Senin, 27 Maret 2017

contoh makalah pengantar pendidikan tentang pengertian dan unsur pendidikan




MAKALAH
Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Pengantar Pendidikan
Yang dibina oleh Bapak  M.Imron Rosyadi SY.




Oleh Kelompok 2
Maulana Syarifuddin Jabbar                           160721600940
Mohammad Muhlas Ardiyanto                       160721614452
Khusnul Khotimah                                         160721614424
Revina Putri Sukmawati                                 160721600943
Nurita Fatma Arini                                          160721614481



UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
PENDIDIKAN GEOGRAFI
Februari 2017

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih  kepada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini tepat waktu.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengantar pendidikan dan unsur-unsurnya. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.

       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
                                                                                           


Malang,Februari 2017






A. Latar Belakang
Seorang calon pendidik hanya dapat melaksanakan tugasnya dengan baik jika memperoleh jawaban yang jelas dan benar tentang apa yang dimaksud pendidikan. Jawaban yang benar tentang pendidikan diperoleh melalui pemahaman terhadap unsur-unsurnya, konsepdasar yang melandasinya, dan wujud pendidikan sebagi sistem. Pada makalah ini akan mengkaji pengertian pendidikan,batasan tentang pendidikan,tujuan dan proses pendidikan,konsep pendidikan sepanjang hayat,dan kemandirian dalam belajar.
Ketika semua unsur pendidikan mengetahui perannya masing- masing, maka ini akan mempermudah dalam menggapai tujuan dari pendidikan tersebut. Namun, sekedar mengetahui bukanlah hal yang dianggap cukup. Kesadaran akan pengaplikasian yang penuh keikhlasan adalah sesuatu yang lebih penting karena dalam mendidik dibutuhkan seorang pendidik yang tangguh dan penuh kesabaran dalam menyalurkan segala ilmu yang ia punya.
Semua unsur- unsur dalam pendidikan haruslah saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Ini dikarenakan banyak hal yang dapat mengakibatkan suatu proses pembelajaran. Pada saat ini banyak sekali seorang pendidik yang tidak patuh pada peraturan yang berakibat melemahnya suatu misi untuk mencapai visi secara maksinal.
B. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian  pendidikan  ?
2.      Apa saja batasan tentang pendidikan ?
3.      Apa tujuan dan proses dari pendidikan  ?
4.      Apa yang dimaksud dengan konsep pendidikan sepanjang hayat  ?
5.      Apa yang dimaksud dengan kemandirian dalam belajar  ?
6.      Apa saja unsur-unsur pendidikan  beserta sistem pendidikan ?
C. Tujuan
1.      Menjelaskan pengertian pendidikan
2.      Memaparkan batasan-batasan tentang pendidikan
3.      Menjelaskan tujuan dan proses pendidikan
4.      Mendeskripsikan konsep pendidikan sepanjang hayat
5.      Menjelaskan tentang bentuk kemandirian dalam belajar
6.      Menjelaskan unsur-unsur pendidikan dan sistem pendidikan

BAHASAN
A. Pengertian Pendidikan
1.      Pengertian Pendidikan Secara Luas
Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Artinya pendidikan itu tidak terbatas hanya pada buku saja,melainkan juga pada media lain seperti internet,koran,majalah,komik,cerita pengalaman seseorang maupun sumber belajar lain yang dapat menambah pengetahuan kita. Bukan berarti buku di nomer duakan tetapi lebih fokus kepada apa yang ingin orang itu pelajari. Buku memang sebagai sumber dan jendela pengetahuan yang luas,tapi informasi dari luar juga perlu kita dapatkan. Belajar tidak hanya pada usia kanak-kanak,remaja,atau dewasa melainkan juga sampai kita tua perlu juga untuk terus belajar. Orang islam khususnya,tidak membatasi ummatnya untuk belajar,melainkan memberikan keleluasaan untuk terus belajar. Bahkan dituntut untuk belajar bagi semua kaumnya,baik laki-laki maupun perempuan.
2.      Pengertian Pendidikan Secara Sempit
Pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan disekolah sebagai lembaga pendidikan formal maupun juga non formal,sebagai pemberian pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka. Artinya proses belajar mengajar yang terjadi adalah pada suatu kelembagaan khusus pendidikan baik formal maupun non formal.  Dimana pada lembaga pendidikan terdapat,guru,siswa,kepala sekolah,penjaga sekolah maupun yang lainnya. Pada lembaga pendidikan ini bertujuan agar siswa tahu tentang kemampuan,kesadaran yang harus mereka miliki serta tugas yang harus mereka jalani.




B. Batasan tentang pendidikan
Pendidikan memiliki sifat yang sangat kompleks ,maka tidak tidak cukup hanya satu batasan saya yang dapat menjelaskan arti dan makna pendidikan secara lengkap. Batasan tentang pendidikan dari beberapa ahli bermacam-macam,dan memiliki makna tersendiri didalamnya.
Dibawah ini di kemukakan beberapa batasan pendidikan yang berbeda berdasarkan fungsinya.
1. Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya
Pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Seperti bayi yang baru lahir sudah berada di dalam suatu lingkungan budaya tertentu. Di dalam lingkungan masyarakat dimana seorang bayi dilahirkan telah terdapat kebiasaan – kebiasaan tertentu, larangan – larangan dan anjuran, dan ajakan tertentu seperti yang dikehendaki oleh masyarakat. Hal – hal tersebut mengenai banyak hal seperti bahasa, cara menerima tamu, makanan, istirahat, bekerja, perkawinan, bercocok tanam, dan seterusnya.
2. Pendidikan sebagai pembentukan Pribadi
Pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.
Sistematis karena proses pendidikan berlangsung melalui tahap – tahap berkesinambungan ( prosedural ) dan sistemik karena berlangsung dalam semua situasi kondisi, di semua lingkungan yang saling mengisi ( lingkungan rumah, sekolah dan nasyarakat ).
Proses pembentukan pribadi meliputi dua sasaran, yaitu pembentukan pribadi yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. Yang terakhir ini disebut pendidikan diri sendiri ( zelf vorming ). Kedua duanya bersifat alamiah dan menjadi keharusan.
3. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warga Negara
Pendidikan diartikan sebagai suatu kegiatan terencana untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik. Warga negara yang baik diartikan selaku pribadi yang tahu hak dan kewajiban sebagai warga negara,hal ini ditetapkan dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 2.


4. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja
Pendidikan diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta didik sehingga memilki bekal dasar untuk bekerja. Pembekalan dasar berupa pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja.

5. Definisi Pendidikan menurut GBHN 1988
GBHN 1988 memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai berikut: Pendidikan nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila serta UUD 1945 diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa keoada Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas, dan mandiri sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat disekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Berikut Penjelasan Pendidikan Berdasarkan GBHN, yaitu:

a)      Pendidikan merupakan upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain, dalam mencapai kemandirian serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive dalam kompetensi kehidupannya.

b)      Pendidikan adalah pengaruh bimbingan dan arahan dari orang dewasa kepada orang lain, untuk menuju arah kedewasaan, kemandirian serta kematangan mentalnya.

c)      Pendidikan merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam mengeksplorasi segenap potensi dirinya, sehingga proses perkembangan kemanusiaannya mampu berkompetisi didalam lingkup kehidupannya




C. Tujuan dan Proses Pendidikan
1. Tujuan Pendidikan
a)      Tujuan umum pendidikan nasional Indonesia ialah manusia Pancasila.
b)      Tujuan institusianal, yaitu tujuan yang menjadi tugas dari lembaga pendidikan tertentu untuk mencapainya.
c)      Tujuan kurikuler, yaitu tujuan bidang studi atau tujuan mata pelajaran.
d)     Tujuan instruksional, yaitu tujuan pokok bahasan dan subpokok bahasan. Tujuan pokok bahasan disebut tujuan instruksional umum dan tujuan subpokok bahasan disebut tujuan instruksi khusus.
2. Proses Pendidikan
Proses pendidikan merupakan kegiatan memobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan. Kualitas proses pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolah. Kedua segi ini saling bergantung satu sama lain. Pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro, meso, dan mikro. Tujuan utama pengelolaan tersebut yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman yang optimal.
D. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat
1. Merupakan asas pendidikan yang cocok bagi orang-orang yang hidup dalam dunia transformasi, dan di dalam masyarakat yang saling mempengaruhi seperti saat zaman globalisasi sekarang ini.
2. Merupakan jawaban terhadap kritik-kritik yang dilontarkan pada sekolah. Sistem sekolah secara tradisional mengalami kesukaran dalam menyesuaikan diri dengan perubahan kehidupan yang sangat cepat dalam abad terakhir ini, dan tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan atau tutuntutan manusia yang makin meningkat.




E .Kemadirian dalam Belajar
Kemandirian dalam belajar diartikan sebagai aktifitas belajar yang berlangsungnya didorong oleh kemauan diri sendiri, pilihan sendiri, daan tanggung jawab sendiri dari pembelajaran. 
Konsep ini bertumpu pada prinsip bahwa individu yang belajar hanya akan sampai kepada perolehan hasil belajar, mulai keterampilan, penegmbangan penalaran, pembentukan sikap samapai kepada penemuan diri sendiri, apabila ia mengalami sendiri dalam proses perolehan hasil belajar tersebut. 
Alasan yang Menopang Kemandirian dalam Belajar
a)      Perkebangan IPTEK yang pesat
b)      Peserta didik mudah memahami konsep abstrak melalui contoh yang konkret
c)      Pengembangn konsep tidak lepas dari pengembangan sikap dan penanaman nilai-nilai dalam diri peserta didik
d)     Belajar diartikan sebagai aktifitas pengembangan diri melalui pengalaman, bertumpu pada kemampuan diri belajar dibawah bimbingan pengajar.

F. Unsur-unsur Pendidikan dan Sitem Pendidikan
1. Peserta Didik
Peserta didik berstatus sebagai subjek didik karena peserta didik adalah subjek arau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya.Peserta didik memiliki ciri – ciri yang perlu dipahami pendidik :
a)      Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas
b)      Individu yang sedang berkembang
c)      Individu yang membutuhkan bimbingan individu dan perlakuan manusiawi
d)     Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri
 
2. Pendidik
Pendidik ialah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Pendidik harus memiliki kewibawaan ( kekuasaan batin mendidik ) dan menghindari penggunaan kekuasaan lahir ( kekuasaan yang semata – mata didasarkan kepada unsur wewenang jabatan ). Kewibawaan dimiliki oleh mereka yang sudah dewasa. Yang dimaksud adalah kedewasaan rohani yang ditopang kedewasaan jasmani. Kedewasaan jasmani tercapai bila individu telah mencapai puncak perkembangan jasmani yang optimal. Kedewasaan rohani tercapai bila individu telah memiliki cita – cita hidup dan pandangan hidup yang tetap.
 

3. Interaksi Edukatif antara Peserta Didik dengan Pendidik
Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antar peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan.
4. Materi / Isi Pendidikan
Dalam sistem pendidikan persekolahan,meteri telah diramu dalam kurikulum yang disajikan sebagai sarana pencapaian tujuan. Materi ini meliputi materi inti maupun muatan lokal. Materi inti bersifat nasional yang mengandung misi pengendalian dan persatuan bangsa. Muatan lokal misinya adalah mengembangkan kebhinnekaan kekayaan budaya sesuai dengan kondisi lingkungan.
5. Konteks Yang Mempengaruhi Pendidikan
a)      Alat dan Metode
Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan dibedakan menjadi dua, yaitu :
a) Yang bersifat Preventif, yaitu mencegah terjadinya hal – hal yang tidak dikehendaki misalnya larangan, pembatasan, peringatan bahkan juga hukuman.
b) Yang bersifat Kuratif, yaitu memperbaiki, misalnya ajakan, contoh, nasihat, dorongan, pemberian kepercayaan, saran, penjelasan, bahkan juga hukuman.
b)       Lingkungan Pendidikan
Biasanya disebut dengan tri pusat pendidikan: keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Sistem Pendidikan
Sistem diartikan sebagai suatu kesatuan integral dari sejumlah komponen. Komponen – komponen tersebut satu sama lain saling berpengaruh dengan fungsinya masing – masing, tetapi secara fungsi komponen – komponen itu terarah pada pencapaian satu tujuan.
1. Proses dan Tujuan Sistem Pendidikan
Sistem Pendidikan memproses masukan mentah dengan menggunakan instrumental sehingga menjadi keluaran,yaitu tamatan.Wujud keluaran inilah yang akan menjadi tujuan dari sistem pendidikan.Tujuan ini memberikan arah pada kegiatan sistem, yang memproses masukan mentah.
2. Keterkaitan antara Pengajaran dan Pendidikan
Istilah pengajaran dan pendidikan itu berbeda, tetapi sulit untuk dipisahkan. Berikut adalah perbedaan antara pengajaran dengan pendidikan



PENUTUP
KESIMPULAN
Pendidikan adalah Suatu Konsep dasar yang bersifat atu bertujuan mengarahkan membimbing dan membina dari suatu hal yang tidak diketahui menjadi suatu hal yang diketahui baik secara umum maupun pribadi. dengan struktur, arahan, sarana dan prasarana yang telah terencana sehingga mendukung proses pendidikan tersebut dan dapat dihasil kan suatu serapan materi yang penting. Biasanya hal ini berkaitan dengan landasan dan ketulusan hati sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami secara terbuka.
Jadi Pendidikan itu adalah sesuatu hal yang dibutuhkan untuk mendapatkan sesuatu yang akan menguatkan semua indera kita seperti pendengara,penglihatan,perasa,dan lainnya. Sehingga apa yang menjadi tujuan kita untuk mencapai peradaban yang tinggi yang merupakan santaan akal dan rohani bisa tercapai.











DAFTAR PUSTAKA
Tirtarahardja,Umar.,S.L.La Sulo.2010.pengantar pendidikan.Jakarta:Rineka Cipta

contoh laporan statistika inferensial



LAPORAN 
UNTUK MEMENUHI TUGAS KULIAH STATISTIK INFERENSIAL 
Dosen Pengampu: Fatiya Rosyida S.Pd, M.Pd











Disusun oleh :
Khusnul Khotimah      
Nur Laily Afifah        
M. Abdul Rozaq         
M. Alvin Bahari          
M. Mukhlas Ardiyanto
Qoni Maziyah             
Rachmalia Ganesa E.P







UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN GEOGRAFI
Maret 2017
1.      Populasi dan Sampel
a.       Populasi : 134 Mahasiswa/i Pendidikan Geografi 2014
b.      Sampel : 100 Mahasiswa/i Pendidikan Geografi 2014
·       Ukuran Sampel
Menggunakan rumus slovin untuk menentukan ukuran sampel nominal      karena ukuran populasi sudah diketahui                                                       

Keterangan :  n = jumlah sampel
     N = jumlah populasi
             

·       Metode Sampling
Menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling karena dalam pengambilan sampel ini kita mengambil sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional yang anggota populasinya heterogen (tidak sejenis).
·         Sebaran sampel
Sampel berstrata dicari dengan rumus
Kelas A = 34 : 134 × 100 = 25
Kelas B = 33 : 134 × 100 = 25
Kelas K = 33 : 134 × 100 = 25
Kelas L = 34 : 134 × 100 = 25
·       Kendala Pengambilan Sampel
-          Kurangnya kerjasama para narasumber
-          Pada penyebaran angket, banyak yang tidak kembali
-          Jawaban angket banyak yang tidak valid
-          Beberapa narasumber tidak bersungguh-sungguh mengisi angket


2.      Data Hasil Survei

3.      Uji Korelasi
a.       Uji prasyarat/asumsi dasar

-          Uji Normalitas
Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova
Shapiro-Wilk
Statistic
df
Sig.
Statistic
Df
Sig.
,171
73
,000
,934
73
,001
,498
73
,000
,115
73
,000







H0 = Data terdistribusi normal
H1 = Data tidak terdistribusi normal
         Jika : Sig..<0,05 = H0 ditolak
                  Sig..≥0,05 = H0 diterima
Kesimpulan :
Sig = ,000
Sig <0,05, maka
H0 ditolak = Data tidak terdistribusi normal

-          Uji Linearitas
ANOVA Table

Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
ipk * lama_belajar
Between Groups
(Combined)
44,937
10
4,494
,266
,986
Linearity
3,839
1
3,839
,227
,636
Deviation from Linearity
41,098
9
4,566
,270
,980
Within Groups
1049,194
62
16,922


Total
1094,131
72




H0 = Data linier
H1 = Data tidak linier
       Jika : Sig..<0,05 = H0 ditolak
                  Sig..≥0,05 = H0 diterima
Kesimpulan :
Sig = ,980
Sig ≥0,05, maka
H0 diterima = Data linier
-          Uji Homogenitas
Test of Homogeneity of Variances
Data
Levene Statistic
df1
df2
Sig.
528,154
1
144
,000
H0 = Data homogen
H1 = Data tidak homogen
         Jika : Sig..<0,05 = H0 ditolak
                  Sig..≥0,05 = H0 diterima
Kesimpulan :
Sig = ,000
Sig <0,05 maka
H0 ditolak = Data tidak homogen







b.      Uji Korelasi

Correlations

lama_belajar
ipk
lama_belajar
Pearson Correlation
1
,059
Sig. (2-tailed)

,619
N
73
73
Ipk
Pearson Correlation
,059
1
Sig. (2-tailed)
,619

N
73
73

Non parametrik
Correlations

lama_belajar
ipk
Kendall's tau_b
lama_belajar
Correlation Coefficient
1,000
,077
Sig. (2-tailed)
.
,379
N
73
73
Ipk
Correlation Coefficient
,077
1,000
Sig. (2-tailed)
,379
.
N
73
73
Spearman's rho
lama_belajar
Correlation Coefficient
1,000
,098
Sig. (2-tailed)
.
,410
N
73
73
Ipk
Correlation Coefficient
,098
1,000
Sig. (2-tailed)
,410
.
N
73
73



·      Hipotesis Statistik

Diketahui : r = 0,077

Dengan rumus : H0 = r = 0
      H1 =  r ≠ 0

Jadi : H1 = 0,077 ≠ 0

Keterangan : r = koefisien


·         Kriteria Pengujian

1.      Jika Sig <
Jika Sig ≥


Diketahui:
Sig = 0,379
 = 0,05
Maka, H0 diterima

2.     t hitung  >   t tabel  , H0 ditolak
t hitung  ≤   t tabel  , H0 diterima

t hitung  =

          =

                   =

=

=

= 0,927



n = nx + ny                                                     db = n – 2
     = 146 – 2                                          = 73 + 73
     = 144                                       = 146    

t tabel  =   , db
         =
         = 0,025
Db (daya beda)  = 144

t hitung = 0,927
t tabel    = 0,025

Jadi, t hitung > t tabel = 0,927 > 0,025
                    = H0 ditolak

·         Hipotesis Penelitian
H0 = Tidak ada hubungan antara variabel X dengan variabel Y
H1 = Ada hubungan antara variabel X dengan variabel Y

Dari kriteria pengujian yang telah kami lakukan, dapat di simpulkan bahwa tidak ada hubungan antara variabel X dengan variabel Y. Artinya, lama belajar tidak ada hubungan dengan nilai IPK.

c.       Analisis Pembahasan

Dari data diatas dan dari kriteria pengujian yang telah dilakukan dapat di ambil kesimpulan bahwa lama belajar tidak mempengaruhi nilai IPK. Hal ini didukung dengan pernyataan yang diambil dari jurnal yang berjudul Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa yang menjelaskan bahwa ada variabel lain yang mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa antara lain hubungan dengan keluarga dan teman, dosen yang mengajar, tingkat kesulitan materi perkuliahan, fasilitas dalam belajar, kondisi ekonomi orang tua, motivasi serta semangat belajar, suasana lingkungan tempat tinggal, kemampuan mengatur waktu, banyaknya kegiatan diluar kegiatan kuliah, kondisi fisik dan kesehatan, kurangnya referensi perkuliahan dan beberapa faktor lain. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini lama belajar sama sekali tidak mempengaruhi nilai IPK tetapi masih ada banyak faktor lain yang mempengaruhinya. Pernyataan pendukung kedua yaitu dari artikel ilmiah yang berjudul Analisis Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa ITATS Jurusan Teknik Industri yaitu ada 2 faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan eksternal, faktor internal seperti intelegensi atau kecerdasan, bakat, serta motivasi dan dari faktor eksternal seperti kurikulum, faktor dosen, faktor lingkungan keluarga, faktor-faktor sumber belajar (sarana dan prasarana) dan faktor lain yang berpengaruh seperti bahan pelajaran yang diajarkan, jenis metode mengajar, waktu yang tersedia untuk berinteraksi, lingkungan dan suasana belajar. Hal tersebut juga sesuai dengan artikel ilmiah yang berjudul faktor-faktor yang mempengaruhi nilai indeks prestasi kumulatif mahasiswa program studi D3 Kebidanan STIKES Insan Se Agung Bangkalan.




Daftar Pustaka


Nikmah Nurun. 2013. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Indeks Prestasi            Kumulatif Mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan STIKES Insan Se Agung Bangkalan.(Online), (http://download.portalgaruda.org Analisis Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa),diakses tanggal 10 Maret 2017.

Suparto. 2016. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa ITATS Jurusan Teknik Industri. (Online), (http://jurnal.itats.ac.id AnalisisFaktor-Faktor-Yang Mempengaruhi Indeks Prestasi IP Mahasiswa ITATS Jurusan Teknik Industri.pdf), diakses tanggal 9 Maret 2017.

Hendikawati, Putriaji. 2013. Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Indeks Prestasi Mahasiswa. (Online), (http://eprints.undip.ac.id/40295/1/A12_Safitri_Daruyani.pdf), diakses tanggal 9 Maret 2017.